Jumat, 13 September 2013




Mengenal Lebih Jauh Gm. Li Kuang Hwa, pendiri perguruan IKS Pro Patria Indonesia.

By Ong Wen Ming


Grandmaster Li Kuang Hwa lahir pada tanggal 10 Mei 1938 di Pamekasan, Madura. Beliau mempelajari kungfu keluarga Li yang berakar dari kungfu shaolin dari ayahnya yaitu Li Gun Yin, yang juga seorang pendekar kungfu. Li Gun Yin mewarisi ilmu ini juga dari ayah beliau yaitu Li A San yang berasal dari propinsi Guangdong, China selatan.

Gm. Li Kuang Hwa mulai berlatih kungfu keluarganya sejak usia 12 tahun. Sekitar tahun 1963 beliau mulai mengajar kungfu keluarganya ke masyarakat umum karena suatu kejadian. Ada orang stress yang mengamuk dan membuat masyarakat sekitar itu ketakutan dan tidak berani menangkap atau melumpuhkan orang tsb. Hingga Li Kuang Hwa harus menggunakan kemampuannya untuk menangkap dan mengontrol orang stress tsb. Sejak kejadian tsb masyarakat mulai tahu dan meminta beliau mau mengajar ilmunya.

Sekitar tahun 1963 sampai 1970, beliau hanya melatih secara privat dan tanpa organisasi perguruan yang jelas. Karena desakan banyak murid, maka pada tahun 1971 perguruan mulai di dirikan dengan nama IKK (Ikatan Keluarga Kunthauw) Pro Patria. Tetapi pada tahun 1975, perguruan merubah nama menjadi IKS (Ikatan Keluarga Silat) Pro Patria.

Sampai berakhir dasa warsa pertama Gm Li Kuang Hwa melulu membekali para muridnya dengan kungfu aliran keras, tetapi kungfu aliran lembut dan internal mulai di ajarkan setelah itu.

Berikut jurus jurus yg di kembangkan dan diajarkan oleh beliau : jurus bangau, belalang, harimau, kera, macan tutul, naga, ular, dll. Jurus jurus tersebut dapat dipelajari secara spesifik satu persatu atau di gabung dalam suatu rangkaian set jurus seperti jurus Panca Hewan atau Panca Tunggal

Di samping itu setelah murid memasuki tingkatan tertentu, Gm Li Kuang Hwa mengajarkan ilmu lain seperti Qi Gong, Nei Jia Quan dan Wingchun serta senjata seperti Golok, pisau, pedang, tombak, toya, kwan tao, rantai, dll.

Gm.Li Kuang Hwa meninggal pada tgl 13 Juli 2012, dan mewariskan ilmunya ke ribuan murid di perguruan IKS Pro Patria.
Advance Level Wing Chun Is Formless

 By Ong Wen Ming


Perhatian: Tulisan ini tidak bertujuan memojokan atau menghina orang, pihak, perguruan atau aliran lain. Yang merasa tersinggung bukan urusan atau tujuan kami untuk membuat anda tersinggung. Itu hanyalah anda terlalu sensitif saja.

Kalau kita perhatikan ada mulai banyak praktisi beladiri China di Indonesia yang tegas memperhatikan lineage atau garis keturunan ilmu beladiri China. Mereka menganggap bahwa lineage yang asli dan authentic harus jelas dan dapat dibuktikan. Keaslian dan kejelasan lineage berarti ilmu kungfunya asli dan mereka mempunyai jurus rahasia yang tidak di punyai oleh praktisi yang tidak berlineage asli atau gak jelas.
Pendapat ini ada benarnya dan saya tidak bermasalah dengan ini. Tetapi saya tidak 100 persen setuju jika alasan lineage ini dijadikan alat untuk iklan murahan tanpa bisa dibuktikan kemampuan praktisi tersebut untuk mengangkat dan mempertahankan keharuman nama besar lineagenya.

Saya pernah membaca buku dan artikel tentang Ip Man, di buku dan artikel tersebut menyebutkan " Pada saat minum air, jangan melupakan darimana sumber air tersebut" . Kalimat tersebut sekarang banyak saya lihat di beberapa situs internet untuk promosi perguruan yang berlineage Ip Man. Mereka claim bahwa mereka memiliki ajaran dan turunan asli dari Ipman atau wingchun keluarga Ip. Mereka mempertahankan ajaran wingchun Ipman secara penuh hati dan tidak merubah, mengurangi atau menambahi ilmu Ipman wingchun sedikitpun. Bagi saya sedikit aneh kenapa mereka begitu kekehnya mempertahankan keaslian ilmu tersebut karena Ipman sebenarnya merubah wingchun ajaran gurunya yaitu Chan Wah Sun. Bahkan kalau kita melihat begitu banyaknya aliran wingchun yang ada sekarang ini menunjukan bahwa para grandmaster jaman dahulu juga merubah dari bentuk aslinya. Berarti jurus dan tekhnik mengalami perubahan dan tidak sama dengan aslinya.
Apakah berarti orang yg kekeh bertahan di lineage dan keaslian jurus dan tekhnik hanya memiliki pengetahuan terbatas sehingga tidak bisa maju ke tingkatan wingchun yang lebih tinggi lagi yaitu Formless atau ini semua hanyalah permainan marketing perguruan atau guru tersebut supaya bisa membodohi calon dan murid muridnya.

Menurut pemikiran saya yang sempit, keaslian lineage dan jurus wingchun bukan terletak di gerakan jurus dan tekhnik, bukan gaya atau cara Ipman atau guru lain melakukan jurus dan tekhnik wingchun. Keaslian wingchun dan ilmu beladiri lainnya terletak di pemahaman teori, prinsip dan konsep ilmu tsb. Jurus dan tekhnik adalah manifestasi dari prinsip dan konsep tersebut. Misal: pukulan lurus kepal matahari (yat yee chung choi) , kenapa pukulan ini dilakukan sedemikian rupa? apakah karena Ipman melakukan seperti ini maka kalau tidak melakukan seperti Ipman berarti kita tidak melakukan Ipman Wingchun. Tentu saja tidak, karena ada ada alasan khusus menurut teori, prinsip dan konsep kungfu wingchun maka gerakan pukulan tersebut kita lakukan sedemikian rupa.

Di tingkatan awal mempelajari wingchun, murid berlatih jurus dan tekhnik untuk membentuk struktur dan pondasi. Mereka harus melakukan tekhnik sama persis yang gurunya lakukan. Di tingkatan menengah mereka harus mempertahankan semua gerakan tekhnik dan jurus yang benar. Dalam kata lain mempertahankan struktur dalam gerakan tersebut. Tetapi di tingkatan advance/ lanjut mereka harus melebur jurus dan tekhnik kedalam diri mereka. Disini semua gerakan tubuh menjadi wingchun tanpa memikirkan apakah jurus dan gerakan tersebut sudah sesuai dgn jurus aslinya. Semua gerakan dan reaksi tubuh menjadi natural tanpa dibuat buat. Semua gerakan dan reaksi tubuh pada saat melakukan wingchun berasal murni dari alam bawah sadarnya. Jurus dan gerakan menjadi sangat spontan dan tidak berbentuk seperti di tingkat awal dan di tingkat menengah. Seperti perkataan Bruce Lee tentang air. Air bisa berbentuk dan bisa tanpa bentuk, bisa beradaptasi dgn situasi dan kondisi alam sekitarnya, bisa menghancurkan tetapi tidak bisa dihancurkan. Dalam kata lain wingchun di tingkat ini adalah Formless.

Bila praktisi wingchun masih berkutat dan peduli tentang keaslian jurus dan keaslian tekhniknya maka praktisi ini tidak pernah naik tingkat di tahapan advance di wingchun. Di sistem Internal Wingchun kungfu yang kami ajarkan, keaslian lineage berarti kami menghormati dan mengetahui para leluhur dan sesepuh wingchun kami. Mempelajari teori dan praktek system internal wingchun, memahaminya dan membebaskan pikiran dari pembodohan dan cara berpikir yang salah mengenai wingchun untuk mempercepat penguasaan wingchun secara sederhana, langsung dan efisien. Tidak dihalang halangi oleh pemikiran kolot, picik dan sistem pembodohan pikiran oleh ajaran yg keliru dari guru guru yang prejudis.
Mengkosongkan Cangkir

Ada satu jenis orang yang sulit saya terima jadi murid yaitu orang yang merasa dirinya sudah hebat, sudah tahu, sangat berbakat, sombong / tinggi hati dan mempunyai niat tujuan yang keliru di seni beladiri. Pikiran orang ini sudah penuh seperti cangkir yang penuh dengan air bahkan hampir meluap.

Bagaimana saya bisa mengajari orang seperti ini? ??!!!

Senin, 05 Agustus 2013

INTERNAL WING CHUN SYSTEM

Perhatian: Tulisan artikel ini dari sudut pandang subyektif saya saja. Tidak bermaksud memojokan atau menyindir orang, perguruan atau aliran lain. Juga tidak menjelekan pihak lain, apalagi yang sudah jelek.

Peringatan: Meng copy paste atau share artikel tanpa permisi bisa mengakibatkan gangguan mental dan gangguan kesehatan. Artikel ini sudah saya kasih mantra kutukan.

Banyak yang bertanya apakah Internal Wingchun System? Apa bedanya dengan Ipman Wingchun? Internal Wingchun system adalah seni beladiri yang berdasarkan konsep wingchun dan prinsip kungfu internal. Kungfu internal hanyalah pemberian nama untuk membedakan dengan yang lain atau dengan tanda kutip "eksternal" . Istilah internal dan eksternal ini pada akhirnya tidak penting lagi karena mempunyai hasil tujuan yang sama. Tetapi pada awalnya berbeda.

Yang membedakan adalah cara berlatih dan pengolahan tenaganya. Di system eksternal pada awalnya melatih untuk meningkatkan kekuatan tenaga otot, stamina dan kecepatan. Sedangkan di system internal melatih dengan merubah sumber kekuatan tubuh secara eksternal dengan mengintegrasikan struktur tubuh secara total. Postur tubuh, tulang kerangka, urat, dan otot harus selaras. Bekerja sama secara selaras untuk menghasilkan kekuatan tubuh keseluruhan secara optimal dan seimbang. Secara internal Pikiran, niat atau kehendak di latih untuk memandu QI mengalir dan mensupport tubuh dan menghasilkan JIN atau Refined Strenght.

Internal Wingchun system juga berarti di system ini lebih menekankan di pemahaman dan penguasaan prinsip dan konsep wingchun. Jurus atau tekhnik hanyalah manifestasi dari prinsip dan konsep dasar tersebut. Setiap murid dan praktisi wingchun di system ini nantinya akan menginteprestasikan wingchun sedikit atau banyak berbeda satu sama lainnya. Di setiap masa periode latihan akan terus menerus berubah dan tidak ada standarisasi. Wingchun ini akan menyatu ke setiap praktisi dan menjadi milik interen masing masing praktisinya. Praktisi satu dengan yang lainnya akan nampak berbeda dan terus berubah.

Konsep Internal Wingchun di bentuk dan di bangun di Perguruan IKS Pro Patria berdasarkan system yg sudah di ajarkan oleh shifu Li Guang Hwa dan system kungfu internal dari guru guru saya yang lain seperti shifu Zhang Jirong dan Shikung Malcolm Sue. Ini adalah system yang berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan Ipman Wingchun. Lineage Internal Wingchun dari saya sebagai pendiri dan provokator yang suka meracuni pikiran murid murid. Menyesatkan murid ke jalan yang benar di jalan seni beladiri.

Ong Wen Ming
KONSEP INTERNAL WINGCHUN "PINTU".

Perhatian: Tulisan artikel ini tidak bertujuan untuk memojokan atau mendeskreditkan pihak, orang, perguruan atau aliran bela diri lain.

Peringatan: Meng copy paste atau share artikel ini tanpa permisi berarti anda gak punya Wu De/ etika moral di dunia persilatan.

Konsep Pintu di system internal wingchun di bagi menjadi beberapa jenis. Pintu seperti layaknya pintu rumah adalah tempat dimana bisa keluar atau masuk ke dalam rumah atau suatu ruangan. Di system ini tubuh di beri zona tertentu untuk memudahkan praktisinya untuk melihat peluang untuk memasukan suatu serangan atau melakukan suatu tekhnik. Memahami konsep ini berarti juga membuat praktisi untuk lebih waspada dan aware terhadap kemungkinan lawan memasukan suatu serangan ke tubuhnya. Konsep pintu adalah pintu yang abstrak dan bisa mempunyai banyak arti.

1. Konsep 6 pintu atau zona.
Bila tubuh dibagi 2 secara vertikal oleh garis tengah dari ubun ubun kepala sampai selangkangan dan secara horizontal tubuh dibagi 3 bagian yaitu bagian atas dari kepala sampai bahu, bagian tengah tubuh dari bahu sampai pinggang dan bagian bawah yaitu dari pinggang sampai kaki , maka kita akan mendapatkan 6 zona di tubuh. Pada umumnya praktisi wingchun akan melindungi centerlinenya dengan ke dua lengan tangan, sehingga untuk mendominasi centerline lawan yang dalam hal ini juga praktisi wingchun akan sedikit banyak mengalami hambatan karena adanya guard hands tesebut. Jadi lebih mudah bila kita masuk melewati 6 pintu tersebut. Bila dibalik situasinya, praktisi wingchun harus lebih aware terhadap kemungkinan lawan masuk lewat 6 pintu tersebut.

2. Konsep 3 Pintu.
Konsep 3 pintu ini saya bagi menjadi 2 macam lagi.
a. Pintu samping atau pintu luar dan pintu tengah atau pintu dalam. Seperti rumah di Cina atau di Bali jaman dahulu atau kadang kadang masih bisa kita jumpai di kelenteng kelenteng kuno di Indonesia. Biasanya ada 3 pintu dari depan yaitu: satu pintu utama di tengah dan dua pintu di samping. Di tubuh manusia jika kedua lengan diangkat setinggi dada di depan tubuh maka sisi luar kanan dan kiri lengan tersebut disebut pintu luar atau pintu samping. Sedangkan sisi dalam ke dua lengan tersebut di sebut pintu tengah atau pintu dalam. Suatu serangan atau tekhnik bisa dilakuakan dari pintu tersebut, atau kita harus tahu lawan sedang menyerang masuk atau melakukan tekhnik dari pintu mana. Praktisi internal wingchun yang mahir bisa berpindah pintu sesuai dengan situasi dan kondisi .
b. Pintu depan,Pintu Tengah dan Pintu Dalam atau utama.
Seperti juga pintu rumah bangsawan atau istana raja. Rumah tersebut memiliki 3 lapis pintu gebang yang kokoh. Halaman depan dengan pintu pertama, Halaman Tengah dengan Pintu gerbang ke 2 dan memasuki rumah utama yang memiliki pintu gerbang ke 3. Di tubuh manusia jika ke dua lengan dalam posisi on guard atau by jong maka daerah pergelangan tangan aalah pintu ke 1, bagian siku adalah pintu ke 2 dan bagian bahu atau tubuh adalah pintu ke 3 atau pintu utama. Praktisi internal wingchun harus berusaha menembus pintu pintu tersebut untuk bisa masuk dan harus pula waspada terhadap lawan yang berusaha memasuki pintu pintunya. onsep pintu disini berarti juga konsep jarak yang ada di jarak tempelan. Jarak tempelan adalah jarak yang paling menguntungkan untuk wingchun. Karena hampir semua tekhnik di wingchun akan sangat efektif bekerja di jarak ini.

3. Pintu Belakang.
Pintu belakang adalah bagian belakang tubuh seperti punggung, dll. Seperti rumah yang baik, pintu belakang harus selalu terkunci rapat dan hanya dipakai untuk dalam keadaan darurat saja. Di hampir semua aliran di wingchun yang ada, daerah belakang tubuh harus selalu tersembunyi dan di jaga supaya tidak terlihat oleh lawan. Karena bagian belakang tubuh lebih sulit di lihat, tangan dan kaki juga tidak terlalu leluasa bergerak bebas ke arah belakang. Di wingchun ada teori yang mengatakan pukulan yang berbahaya adalah pukulan yang tidak terlihat mata. Karena mata kita terletak di bagian depan tubuh maka penglihatan kita hanya mampu melihat ke arah jangkauan 180 derajat dari arah depan saja. Bagian belakang yang tidak bisa kita lihat tanpa memutar tubuh/ kepala harus kita sembunyikan dari arah serangan lawan.

4. Konsep 4 pintu dan 8 pintu.

Konsep ini biasanya dipakai oleh banyak aliran beladiri lainnya. Konsep ini menunjukan arah mata angin. Suatu serangan bisa terjadi dari 4 atau 8 arah mata angin tersebut. Misalnya dalam situasi di keroyok oleh banyak lawan, serangan bisa datang dari arah penjuru depan, samping kiri , samping kanan dan belakang. Praktisi internal wingchung akan terus bergerak dan berubah. Tidak boleh diam berdiri di tengah tengah. Dengan terus menerus berubah akan mengacaukan formasi lawan, pintu belakang lebih tejaga dan kemungkinan untuk lolos dari kepungan lawan.


Ong Wen Ming

Selasa, 30 Juli 2013

Sabuk Tingkatan. Penanda tingkatan atau Penghias Pinggang ? 

Di perguruan kami Bali IKS ProPatria sering ada pertanyaan ada sistem sabuk tingkatan atau tidak? Dan jawaban saya selalu konsisten yaitu Tidak Ada. Saya pribadi sangat menentang dan tidak setuju sistem sabuk tingkatan di seni beladiri. Tetapi meskipun tidak ada sistem sabuk. Di perguruan ini mempunyai sistem kurikulum dan pengajaran. Jadi murid tetap mempelajari secara bertahap sesuai kemajuan masing masing.
Kenapa saya tidak pakai sistem sabuk tingkatan? pertanyaan ini bisa saya tanya balik. Kenapa harus pakai sabuk tingkatan? Sistem sabuk hanya menimbulkan ilusi dan perasaan penilaian palsu terhadap tingkatan kemampuan beladiri. Bila seorang sabuk hitam atau sabuk pendekar jarang atau malas berlatih, apakah kemampuannya masih seperti tingkatan sabuknya?
Standarisasi tingkatan juga tidak sama di setiap perguruan beladiri. Bahkan satu aliran dan organisasi saja sudah dipastikan tidak sama. Pernah ada seorang Amerika datang ke bali dan bergabung dan berlatih di perguruan beladiri aliran Jepang. Karena dia sudah tingkatan sabuk Dan 1 dari New York Amerika maka dia bisa membandingkan standarisai dan metode mengajar di perguruan ini dengan di negaranya. Dan hasilnya ternyata sangat jauh berbeda dari sistem mengajar dan kemampuan praktisi di sabuknya masing masing.
Sistem sabuk tingkatan dan sertifikat juga banyak dipakai untuk bergaya saja, supaya dikagumi banyak orang. Hal ini ok dan boleh saja bila di imbangi dengan kemampuan skill yang mumpuni.
Saya lebih suka sistem yang dipakai oleh atlit Tinju dan Kickboxing. Mereka baru memperoleh sabuk juara setelah berhasil di suatu pertandingan nasional atau internasional.
Sabuk di jaman dahulu hanya dipakai untuk ngikat celana atau sarung saja biar gak gampang mlorot. Sistem sabuk pertama kali dipakai di beladiri Judo dari Jepang. Kemudian baru diikuti oleh beladiri jepang lainnya seperti : karate, jiujitsu, aikido, dll. Karena jepang menjajah banyak negara di asia dan memperkenalkan sistem ini maka hal ini juga diikuti oleh beladiri dari negara lain seperti : Taekwondo, silat dan kungfu.
Jadi sistem sabuk tingkatan ini sebenarnya sistem baru yg dipakai di beladiri sebagai penanda tingkatan. Aslinya sistem ini tidak ada di seni beladiri China. Guru melatih murid berdasarkan mood atau suasana hati guru itu. Murid harus berlatih sesuai dengan perintah dan instruksi guru mereka tanpa banyak tanya, saya sudah di tingkatan apa?


Perhatian: Tulisan ini tidak untuk memojokan pihak, perguruan, aliran atau seseorang lain. Tulisan ini hanya bersifat subyektif dari sudut pandang saya tentang seni beladiri kungfu.


Ong Wen Ming.